Lakukan Dialog dengan Konstituen Anggota DPR RI Tinjau Kalawiran

KAKAS – Konflik yang sempat terjadi antara warga masyarakat dengan anggota pos TNI AU di Kalawiran Kakas mendapat perhatian anggota DPR RI. Anggota DPR-RI yang membidangi pertahanan, luar negeri dan Infokom (Komisi I) asal Sulut Paula Sinjal SH, menyikapi dengan serius aksi penganiayaan yang menimpa warga Desa Amongena Satu Kecamatan Langowan dan pengrusakan pos jaga TNI di Desa Kalawiran Kecamatan Kakas yang terjadi beberapa hari lalu, serta sengketa lahan seluas 25 hektar.

Perhatian ini ditunjukkan dengan turun langsung bertemu konstituen yang telah mempercayakan dirinya menjadi anggota DPR-RI. Kunjungan yang dilakukan, Jumat (28/1) kemarin sekitar pukul 16.00 Wita, didampingi Dandim 1302 Minahasa Letkol Herman Watulangkouw. Dalam kunjungan ini, wanita asal Kelurahan Lewet Kecamatan Amurang, Kabupaten Minsel ini mendapatkan banyak masukan terkait penganiayaan dan pengrusakan pos penjagaan serta asal usul tanah seluas 25 hektare yang saat ini menjadi polemik antara masyarakat dan TNI AU. kedatangan saya di Desa Kalawiran, Kecamatan Kakas Barat ini bukan dalam agenda kerja resmi. Kedatangan saya hanya karena tergerak melihat  apa yang terjadi beberapa waktu lalu  yang ramai ditulis media, antara masyarakat dan TNI AU serta sengketa lahan. Biar bagaimanapun wilayah  Kakas dan Langowan adalah konstituen saya saat Pilcaleg, tegas Sinjal. Lanjutnya, kehadiran ini untuk menyerap aspirasi dari masyarakat yang kemudian akan di sampaikan ke DPR-RI dan Pemerintah Pusat untuk ditindaklanjuti. Kedatangan Paula Sinjal yang berdiskusi langsung dengan puluhan kepala keluarga yang menempati 50 rumah yang diklaim pihak TNI AU sebagai rumah dinas, seakan menjadi harapan baru bagi 50 kepala keluarga tersebut. Kiranya kunjungan Ibu Sinjal bisa menyelesaikan polemik antara masyarakat  dan pihak TNI AU, ujar salah satu tokoh masyarakat Desa Kalawiran Edin Sadiman. Lanjutnya warga berharap polemik ini bisa mendapatkan solusi secepatnya, sehingga warga tidak lagi merasa khawatir. Usai mendengar unek-unek warga, Sinjal kemudian menjawabnya satu persatu. Menurutnya apa yang didengar saat ini akan dibawa ke DPR-RI, dalam hal ini ke Fraksi Demokrat dan dibahas bersama-sama. Jika perlu saya akan mengajak rekan-rekan DPR-RI untuk mengagendakan hearing bersama Panglima TNI, ungkap Sinyal. Selain sengketa tanah, penganiayaan dan pengrusakan pos penjagaan TNI AU menjadi perhatian sendiri dari Fraksi Demokrat di DPR-RI.Saya berharap apa yang terjadi baru-baru ini tidak sampai seperti kasus di Papua. Apalagi warning dari Presiden, kita tidak boleh menganggap enteng kasus seperti begini, karena bisa menjadi perhatian dunia Internasional, sambungnya. Usai berdialog dengan konstituen, Sinjal kemudian meminta beberapa bukti dan catatan terkait polemik tanah di Desa Kalawiran untuk dipelajari lebih lanjut dan disampaikan di DPR-RI.(ylo/gyp)

Sumber : www.manadopost.co.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s