Komisi III MInta Masukan Dari Mantan Jaksa KPK

Gedung DPR/MPR RI di Jalan Gatot Subroto Senayan Jakarta/Sumber Foto Istimewa

JAKARTA – Komisi III DPR RI menggadakan rapat dengar pendapat dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Andhi Nirwanto dan sejumlah jaksa yang pernah bertugas di KPK. Pertemuan yang berlangsung tertutup itu dimaksudkan untuk meminta masukan yang diharapkan dapat mendukung kinerja pengawasan komisi yang berfokus pada bidang hukum ini.

“Iya ini pertemuan tertutup jadi kita tidak dapat mengekspos hasilnya. Para jaksa penuntut umum ini kan orang lama di KPK, kita dengar visi meraka tujuannya untuk mendukung perbaikan dan peningkatan kinerja KPK kedepan,” kata Wakil Ketua Komisi III Almuzammil Yusuf di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (27/11/12).

Sementara itu Ketua Komisi III Gede Pasek Suardika membantah pertemuan tersebut terkait pembahasan undang-undang tentang penyadapan. Rapat berlangsung tertutup termasuk dengan penyidik KPK dari Mabes Polri beberapa waktu lalu hanya untuk memperlancar pembicaraan. Pada saatnya lanjut politisi FPD ini hasil rapat akan disampaikan kepada publik.

“Pertemuan ini masih akan berlanjut, setelah ini dengan KPK. Kalau sudah ada benang merahnya barulah kita ungkap ke publik. Sekarang apabila ada suara-suara terkait rapat, itu adalah pendapat pribadi. Dengan pertemuan ini kita berharap dalam penegakan hukum sinkronisasi diantara lembaga Polisi, Jaksa dan KPK itu terus membaik,” tandasnya.

Bicara kepada wartawan usai rapat anggota Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra, Martin Hutabarat menyatakan pertemuan tertutup dengan mantan Jaksa KPK cukup berhasil. Dari input yang diperolehnya komisi anti rasuah tersebut telah menjalankan langkah-langkah hukum terhadap para pencoleng uang negara dengan benar.

“Menurut pengakuan para jaksa yg bekerja di KPK tidak ada penetapan tersangka tanpa ada ekspose. Ini dilakukan melibatkan penyidik, jaksa dan pimpinan KPK. Penuntut tadi mengakui tidak pernah ditekan untuk laksanakan tugasnya. Penyadapan juga dilaksanakan sesuai ketentuan yang ada di KPK berdasarkan UU KPK dan SOP mereka,” imbuhnya.

Dengan penjelasan 3 orang mantan jaksa KPK tersebut menurut Martin terjawab isu tidak benar yang mengatakan penyadapan berlangsung atas prakarsa pimpinan KPK. Proses penyadapan dapat dilakukan atas usul penyidik kemudian meminta izin pimpinan dengan menunjukkan alasan penyadapan, dalam kasus apa serta harus menyertakan nomor kasus yang sedang diselidiki.

Sumber : dpr.go.id

By Paula Sinjal Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s