Paula Sinjal: Daerah Otonomi Baru Harus Makmurkan Rakyat

JAKARTA – Pada awal April, DPR telah menetapkan 19 calon Daerah Otonomi Baru yang merupakan warisan dari DPR periode lalu sebelum pada 2009 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan moratorium (penundaan) pemekaran daerah.

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Paula Sinjal, berharap daerah otonomi baru berkorelasi dengan kemakmuran rakyat. Menurut Paula, tujuan pembentukan daerah otonomi baru untuk meningkatkan kesejahteraan, keadilan sosial dan dapat memberikan rasa aman, kepastian hukum, efektifitas dan efesiensi tugas pemerintah daerah serta meningkatkan kemampuan dalam pemanfaatan potensi daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah. Pembentukan daerah otonomi baru juga harus mampu mendekatkan pelayanan publik pemerintah daerah kepada masyarakat.

“Untuk itu pembentukan daerah otonomi baru harus dapat memangkas panjangnya birokrasi yang tidak semestinya,” kata dia kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Rabu, 11/4).

Menurut dia, yang perlu menjadi catatan penting dalam pembentukan daerah otonomi baru adalah jangan sampai pemekaran justru menimbulkan persoalan baru menyangkut ketidakpastian Sumber Daya Manusia sebagai pengelola pemerintahan daerah yang pada akhirnya justru akan meruntuhkan nilai-nilai peradaban dari persatuan dan kesatuan bangsa.

“Daerah yang mau dimekarkan harus membuat gambaran daerahnya secara tegas, detail, obyektif dan bukan mengada-ada serta syarat-syarat yang harus dipenuhi betul-betul dipenuhi dengan benar, jangan ada kamuflase dalam penyampaian detilnya, karena ini untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam penetapannya sebagai Daerah Otonomi Baru,” paparnya.

Sebagai catatan, awalnya ada 20 Daerah Otonomi Baru yang diusulkan. Namun, mengerucut menjadi 19. Satu daerah yang tidak lolos adalah Sofifi, Maluku Utara karena masih ada persoalan internal daerah yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Ke-19 Daerah Otonomi Baru tersebut adalah Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Mahakam Ulu Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Pengandaran Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung, Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat. Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Morowali Utara Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Konawe Kepulauan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Buton Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Buton Tengah Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Muna Barat Provinsi Sulawesi tenggara, Kota Raha Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Manokwari Selatan Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Pegunungan Arfak Provinsi Papua Barat.[Sumber: Rakyat Merdeka Online]

Berita terkait :
Sinjal : Daerah Otonom Baru untuk sejahterakan rakyat

By Paula Sinjal Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s