Calon Anggota KPU Perlu Keseimbangan Orang Barat & Timur

Paula Sinjal/Sumber Foto Koleksi Pribadi

JAKARTA – Setelah mem-fit and proper test calon Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), kemarin Komisi II DPR melanjutkan uji kelayakan dan kepatutan pada calon anggota Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU).

Anggota Komisi II DPR Fraksi Partai Demokrat, Paula Sinjal menilai, selama uji kelayakan dan kepatutan banyak hal baru yang dilontarkan oleh calon anggota KPU dan Bawaslu agar lembaga penyelenggara dan pengawas Pemilu kredibel dan tidak menyisakan persoalan di kemudian hari.

“pada intinya adalah untuk memverifikasi dan memvalidasi dari apa yang sudah dilakukan oleh Tim Seleksi. Melalui seleksi dan validasi dari perjalanan panjang dan rekam jejak dari calon anggota KPU dan BAWASLU, diharapkan dapat menghasilkan calon yang terbaik” ujarnya.

Menurut Paula, ada kriteria penting yang harus menjadi perhatian serius sebelum memilih anggota KPU dan Bawaslu. Yakni seputar keseimbangan dan pemerataan calon KPU dan Bawaslu berdasarkan pada wilayah Indonesia Barat dan Wilayah Indonesia Timur.

“Bukannya bermaksud mengkotak-kotakkan. Tapi ini hal yang penting, karena KPU dan Bawaslu merupakan lembaga yang bersinggungan langsung dengan ranah politik praktis, maka perlu adanya keseimbangan komposisi anggota.” ujarnya.

Saat ini, kata Paula, calon anggota KPU dan Bawaslu didominasi dari wilayah Barat Indonesia, sedangkan calon dari wilayah Timur Indonesia sangat minim. Paula khawatir, dominasi calon KPU dan Bawaslu dari wilayah Barat Indonesia akan menjadi kendala untuk menyelami dan memahami kultur budaya Timur Indonesia.

“Ingat Pemilu 2014 ini akan sangat kompetitif dan ketat, apalagi dilihat dari latar belakang para calon merupakan para mantan ketua KPUD yang terbiasa hanya dihadapkan dengan persoalan satu daerah, sehingga dikhawatirkan akan sulit untuk mengadapi persoalan-persoalan muncul yang bersifat nasional”, katanya.

Paula berharap, faktor keseimbangan tersebut dikedepankan. Selain itu, kata dia, kedepan personel KPU juga harus jujur, bersih dan adil serta memiliki integritas dan kecakapan dalam berbagai hal yang berkaitan dengan kepemiluan, ini tidak hanya dalam retorika semata tapi juga mumpuni dalam praktiknya.

Tujuan akhir dari pencarian calon terbaik adalah dapat menjalankan tugas sesuai dengan yang amanh”, ujarnya.

Anggota Fraksi PDIP Arif Wibowo menambahkan, tidak akan memilih calon yang terindikasi diintervensi asing. Kata dia, PDIP hanya akan memilih kandidat yang memiliki keberanian untuk tidak diatur penguasa, termasuk partai politik. [sumber: Rakyat Merdeka]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s