RUU ORMAS : Mekanisme Pembubaran Dipersingkat

Tanribali Lamo/Sumber Foto Istimewa

JAKARTA– Mekanisme pembubaran organisasi massa (ormas) resmi akan dipersingkat dalam peraturan perundang-undangan yang nanti akan mengatur masalah tersebut. Rancangan Undang-Undang Ormas tengah dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat.

“Di UU yang baru nantinya akan lebih dipersingkat prosesnya,” kata Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Tanribali Lamo, di Jakarta, kemarin.

Jika disetujui, tutur Tanribali, mekanisme pembubaran diawali teguran pertama, kedua, pembekuan, hingga berakhir pembubaran. Nanti, tutur dia, ormas yang dibubarkan diberi kesempatan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). “Di dalam UU No 8/1985 tentang Ormas, mekanisme kasasi tidak ada,” katanyai.

Dia mengatakan, hingga saat ini jumlah ormas yang tercatat di Kemdagri sebanyak 65.577. Menurut dia, masih banyak ormas di tingkat kabupaten/kota yang belum mendaftarkan. Belum lagi ormas asing yang beroperasi di Indonesia. “Kalau ormas tidak terdaftar, tidak ada landasan hukum untuk dibubarkan,” ucapnya.

Teguran pada ormas, tutur dia, diberikan setelah pihaknya mendengarkan masukan dari berbagai pihak, salah satunya kepolisian. Dia meminta publik membedakan antara kekerasan yang dilakukan individu atau organisasi. Jika individu, kata dia, pihaknya tak dapat memberi teguran.

Penguatan Civil Society

Paula Sinjal/Sumber Foto Koleksi Pribadi

Sementara itu, anggota DPR Paula Sinjal mengatakan, revisi UU Ormas untuk penguatan “civil society”. “Agar undang-undang keormasan ini bisa mewujudkan bagi penguatan `civil society` maka yang harus dijadikan fokus revisi adalah mencantumkan dan memuat hal-hal yang sebelumnya tidak termuat dalam UU Nomor 8 Tahun 1985 tentang Ormas,” kata Paula melalui siaran pers di Manado, Sulut, baru-baru ini.

Dia mengatakan, UU Ormas yang lalu dinilai tidak lagi sesuai, karena belum bisa mengakomodir isu-isu terkait ormas yang relevan saat ini. Dalam Revisi UU Ormas saat ini, telah dimasukkan perihal sanksi yang lebih tegas, peringatan terhadap ormas yang melakukan pelanggaran, hingga sampai pada hal-hal untuk pembubaran ormas, jika ormas dinilai telah melakukan tindakan anarkis dan melakukan pelanggaran yang merugikan masyarakat. “Ormas tersebut juga akan ditindak langsung oleh aparat hukum dan kepolisian jika dinilai melakukan pelanggaran hukum,” kata Sinjal.

Terkait sistem keuangan ormas, Paula Sinjal mengatakan, dalam revisi UU Ormas ini diatur perihal transparansi dan akuntabilitas terhadap pemasukan serta pengeluaran dari ormas. Sehingga ormas-ormas yang ada diharuskan mengumumkan laporan keuangannya pada publik.

Begitu juga dengan ormas yang telah menerima Bantuan Sosial (bansos) dan hibah dari pemerintah. “Di samping itu juga saya berharap agar para ormas penerima bansos dan hibah harus segera dipublikasikan kepada masyarakat, jangan hanya diketahui pemerintah saja. Hal ini penting untuk diketahui dan sekaligus dikontrol oleh masyarakat,” katanya.

Dia mengatakan, kebijakan Mendagri untuk menggandeng BPK dan KPK dalam mengaudit ormas penerima bansos dan hibah perlu didukung untuk segera dilaksanakan. “Sehingga dengan adanya kebijakan ini nantinya, penyelewengan dana dalam penggunaan dana Bansos dan hibah yang berasal dari masyarakat dapat dimimalisasi,” katanya.

Dia mengatakan, keberadaan ormas hadir di tengah-tengah masyarakat seharusnya berfungsi dan berperan sebagai sarana untuk menyalurkan pendapat dan pikiran bagi masyarakat.

Serta memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan keikutsertaan secara aktif seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan masyarakat pancasila berdasarkan UUD 1945.[Sumber : suara karya]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s