Bubarkan Ormas Anti-Pancasila

Ormas Harus Bantu Pemerintah Perkuat Pemberdayaan Masyarakat

Sumber Foto : Istimewa

LAMONGAN – Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Siradj mengusulkan pembubaran bagi organisasi kemasyarakatan (ormas) yang anti-Pancasila atau tidak memiliki komitmen pa da empat pilar bernegara (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI).

“Saya sudah sampaikan usulan itu ke DPR yang saat ini membahas UU Ormas. Saya tidak menyebut nama organisasi, tapi organisasi apa saja yang melangkahi dasar-dasar negara harus dibubarkan,” katanya setelah menutup Kongres I Ikatan Sarjana NU (ISNU) di Unisda, Lamongan, Jawa Timur, Minggu (19/2).

Di tempat terpisah, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin menyarankan agar semua ormas di Indonesia jangan terjebak kepada perilaku kekerasan. “Setiap kelompok dan kumpulan masyarakat punya hak untuk berserikat, tidak hanya dijamin oleh HAM, tapi juga oleh UUD. Oleh karena itu, silakan kelompak lain berserikat,” kata Din Syamsudin saat ditemui wartawan di kantor DPW Muhammdiyah Jatim, Jalan Kertomenanggal, Surabaya.

Namun, lanjut dia, ormas tidak diperkenankan melakukan aksi kekerasan dalam bentuk apa pun, baik fisik maupun verbal, karena hal itu tidak dibenarkan oleh semua agama. Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga harus membebaskan diri dari perilaku kekerasan atau kekerasan negara.

Ia menjelaskan kekerasan negara yang dimaksud adalah pemerintah yang mengeluarkan kebijakan dengan cara otoriter atau memaksakan kehendak. “Apalagi kekerasan itu ada hubungannya dengan kepentingan pemodal. Kekerasan ini sering membuat sebagian masyarakat tidak sadar sehingga melakukan balasan dengan cara kekerasan pula,” ujarnya.

Din juga mengatakan perlu adanya tindakan tegas bagi ormas yang melakukan tindakan eksklusif yang berujung pada kekerasan, seperti halnya ormas yang memaksakan ingin hidup dengan kelompoknya sendiri dan tidak mau ada orang lain di luar kelompoknya.

“Dalam hal ini pemerintah harus tegas. Kami menilai pemerintah sering absen sehingga masalah ini menjadi menumpuk dan terjadi pembiaran dan pengabaian. Kita mendesak negara bisa menangani ketertiban sosial,” katanya.

RUU Ormas
Said mengatakan PBNU mendesak pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menghasilkan undang-undang organisasi ke masyarakatan yang benar-benar bisa memperkuat masyarakat sipil. “Diharapkan ada undangundang yang mengatur ormas yang betul-betul memperkuat civil society, memperkuat pemberdayaan masyarakat Indonesia,” kata KH Said Aqil Siradj di Jakarta, Minggu.

Khusus terkait ormas Islam, diharapkan undang-undang tersebut mencantumkan dua syarat utama, yaitu siap menjalankan amanah keagamaan dan kebangsaan. “Yang di luar itu pemerintah harus bisa bertindak tegas. Yang sudah ada dtvikoreksi lagi, yang belum ada harus diperketat perizinannya,” kata Said Aqil.

Ia menjelaskan untuk amanah keagamaan yang dimaksud adalah ormas Islam harus bisa menjalankan tugasnya berdakwah secara benar, yaitu menyampaikan ajaran Islam yang membawa kedamaian, rahmatan lil ‘alamin. “Sebenarnya bukan hanya ormas. Itu tanggung jawab kita semua sebagai umat muslim untuk menyampaikan Islam yang benar, Islam yang membawa kedamaian, tidak dengan cara-cara kekerasan,” katanya.

Sumber Foto : Koleksi Pribadi

Sementara untuk amanah kebangsaan, disebutkan, menjadi syarat mutlak, tidak hanya ormas Islam melainkan juga yang berdiri dengan visi dan misi di luar keagamaan. Ormas di Indonesia, lanjut Said Aqil, harus bisa membantu pemerintah memperkuat pemberdayaan masyarakat dan memperkuat NKRI.

Sementara itu, anggota DPR RI, Paula Sinjal, mengatakan dalam revisi UU Ormas saat ini telah dimasukkan beberapa hal; Perihal sanksi yang lebih tegas, peringatan terhadap ormas yang melakukan pelanggaran, hingga pembubaran ormas jika ormas dinilai melakukan tindakan anarkistis danpelanggaran yang merugikan masyarakat. “Ormas tersebut juga akan ditindak langsung oleh aparat hukum dan kepolisian jika dinilai melakukan pelanggaran hukum,” kata Sinjal.[Sumber : Koran Jakarta]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s