Paula Sinjal: Kenang Nasehat di Malam Natal

Sumber Foto Koleksi Pribadi

NATAL momen istimewa bagi tiap orang yang merayakannya. Termasuk sosok Paula Sinjal SH MSi anggota DPR RI utusan Sulut dari Partai Demokrat. Natal selalu membawa Paula kepada kenangan indah saat merayakan hari raya Kristiani ini bersama keluarga.

Satu hal yang tak akan dilupakan, masa-masa indah merayakan Natal bersama mendiang ayahnya, NS Sinjal. “Beliau idola saya. Ia meninggal tahun 1998 silam. Malam natal bersama ayah, ibu, kakak, adik dan keluarga lainnya sangat berkesan. Di malam natal beliau memimpin ibadah keluarga. Ia mengisinya dengan nasehat, harapan, dan petuah untuk semua anggota keluarga. Sangat berkesan dan bermakna,” ujar Paula, Kamis (22/12).

Nasehat sang ayah di malam Natal membekas di benak anggota Komisi II DPR RI ini hingga kini. Mendiang NS Sinjal, mantan Direktur APDN (kini IPDN) dan pelayan di GMIM Kristus Manado, menasehati anak-anaknya untuk selalu introspeksi diri. “Beliau selalu tekankan, harus lebih baik dari hari ke hari. Terus belajar, kejar ilmu dan jangan pernah melupakan asal usulmu,” katanya.

Paula mengaku sejak kecil diajarkan orangtua untuk tidak terbiasa merayakan Natal harus berbaju baru. Sebaliknya, uang yang ditabung di celengan selama setahun dibawa sebagai persembahan ke gereja. “Baju untuk Natal seringkali merupakan kado natal dari sepupu- sepupu. Lucunya, model dan coraknya sama. Baju kita seragam, he…he..he…” aku Sinjal yang lama bergelut di dunia aktivis perempuan pemuda, perbankan dan hukum.

Sebagai ‘hadiah’ untuk sang ayah, Ia membuat buku berjudul “NS Sinjal” tahun 2008, genap satu dekade meninggalnya sang ayah. Isinya berupa foto dan tulisan NS Sinjal. “Cetakan kedua menyusul yang isinya tentang pemikiran-pemikiran beliau yang diambil dari sejumlah anak didiknya di APDN yang kini sebagian besar sudah menjadi pejabat,” katanya.

Menurutnya, Natal harus dimaknai sebagai momen evaluasi diri dan melihat kehidupan ke depan. “Apa yang bisa kita lakukan nanti? Harus bisa merubah sikap dan perilaku. Perlu berdamai dengan sesama, lupakan masa lalu dan jangan ingat-ingat hal yang menyakitkan,” tukasnya.[Tribun Manado]

By Paula Sinjal Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s