Kongres Perempuan Minta Anggaran Khusus Untuk Kekerasan Perempuan

MANADO – Kongres Perempuan yang digelar Jumat (25/11/2011) kemarin malam menitik beratkan pembahasan pada permasalahan kekerasan terhadap perempuan yang sering dialami oleh perempuan di Sulawesi Utara.

Kekerasan yang dimaksud baik dalam bentuk pelecehan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, dan juga kekerasan terhadap para pekerja wanita yang hingga kini sudah banyak terjadi tetapi belum banyak terekspos.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Gran Central ini menghadirkan pembicara Anggota Komisi II DPR RI Paula Sinjal dan para aktivis perempuan yang ada di Sulawesi Utara maupun Indonesia.

Satu hal yang paling ditekankan dalam pembahasan Kongres Perempuan ini adalah permasalahan anggaran khusus untuk pemberantasan kekerasan terhadap perempuan yang kini terus mengalami peningkatan.

Seperti yang disampaikan Anggota DPRD Kota Manado Faujizah Stela Pakaja yang juga Ketua Panitia Pelaksanaan Kongres Perempuan ini. Stela mengatakan jika anggaran untuk pengentasan kekerasan terhadap perempuan sudah tidak lagi dipikirkan oleh pemerintah yang seharusnya menjadi pilar utama pemberantasan kekerasan terhadap perempuan tersebut.

“Saya sedikit menyesal ketika diberi tahu jika anggaran untuk korban kekerasan perempuan dalam bentuk uang pemeriksaan visum bagi korban sudah dihapuskan oleh Pemerintah. Sebenarnya, dengan anggaran tersebut, perempuan bisa dengan leluasa melaporkan tindakan kekerasan terhadap mereka dengan bukti hasil visum yang nyata,” jelas Stela.

Stela sendiri mengatakan rata-rata korban kekerasan perempuan adalah yang ekonominya di bawah, sehingga ketika hendak melaporkan kejadian kekerasan terhadap dirinya terbentur dengan alas an biaya untuk melakukan visum tidak ada.

“Jadi kalau anggaran tersebut ada, maka perempuan mau yang ekonomi lemah sekalipun bisa melaporkan karena biaya untuk visum sudah tidak ada lagi,” terang Stela kembali.

Sementara, Paula Sinjal yang merupakan anggota DPR RI mengaku jika saat ini belum ada Undang-Undang yang kuat terkait dengan perlindungan terhadap perempuan di Indonesia.

“Makanya saya harap dengan adanya rekomendasi dari Kongres ini, aka nada aturan yang benar-benar bisa melindungi hak-hak perempuan,” terang Sinjal.[Berita Kawanua]

2 comments on “Kongres Perempuan Minta Anggaran Khusus Untuk Kekerasan Perempuan

  1. Saya sbg perempuan/ibu sngt kecewa stlh mengetahui bhw Pmrntah sampai saat ini blm membuat UU yg kuat dlm prlndungan trhdp Perempuan. Apa lg kl Pmrntah sdh mnghapus anggaran utk korban kekerasan perempuan, sngt memprihatinkan skali. Shrsnya Pmrnth mnyadari btpa pntingnya peranan prmpuan dlm klrga, yg mana mrpakan pondasi di msyrkt yg scra tdk lngsung trcptanya suatu negara yg kuat, krn perempuan/ibu lbh dominan dlm hal tmbuh kmbang ank. Tolong dsmpaikan kpd Pmrntah suara hati ini, sy seorg ibu yg sdh mrskan

    • Maka dari itu keberadaan Perempuan di Parlemen sangat dibutuhkan dan oleh sebab itu memalui lintas fraksi di DPR, kami akan menanyakan dan memperjuangkan ke Komisi VIII dan instansi-instansi yang terkait lainnya, agar hal ini tidak dihapus dan justru untuk anggaran bagi korban kekerasan perempuan bisa ditambah oleh pemerintah. Dan yang kami butuhkan adalah do’a dari ibu dan semangat untuk berjuang bersama-sama kami, terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s