SBY: Ada Yang Tak Waras

JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali mengeluarkan unek-uneknya. Kali ini berkaitan dengan dinamika politik dalam negeri yang berkembang. Misalnya, aktivitas dirinya yang sering di salahtafsirkan. SBY mencontohkan saat dirinya menerima Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati (8/11). Meski mengaku tidak mendengar langsung, dia mengungkapkan bahwa ada yang menganggap pertemuan itu dilakukan dalam rangka konspirasi Bank Century. ’’Saya kira ini ada yang tidak waras,’’ kata SBY dalam pengantar rapat terbatas yang membahas masalah Papua di Kantor Presiden kemarin (8/11). Padahal, lanjut dia, Sri Mul yani datang dalam rangka courtesy call (kunjungan kehormatan) sebagai pejabat organisasi internasional. Selain itu, pertemuan tersebut membahas kerja sama antara Bank Dunia dan Indonesia.

SBY menegaskan, kebijakan pemerintah dalam persoalan Bank Century sudah jelas. ’’Hukum ditegakkan, tapi jangan dicampur dengan politik.” Dia mempersilakan penegak hukum untuk bekerja. ’’Kalau salah, berikan sanksi. Kalau tidak salah, ya tidak usah diberi sanksi. Saya tidak ingin isu ini berlanjut terus,’’ katanya. Dia lantas meminta untuk melihat secara jernih. Apalagi, pertemuan dengan Sri Mulyani diikuti delegasi Bank Dunia lainnya. Bukan hanya pertemuan dengan mantan menteri keuangan itu, SBY juga mencontohkan saat dirinya menghadiri HUT Partai Golkar di Gelora Bung Karno (29/10). ’’Langsung dihantam seolah-olah mendukung Lapindo. Dalam arti, dianggap konspirasi Lapindo. Saya kira ini tidak waras,’’ tegasnya. Sebagai presiden, ketika diundang parpol yang berulang tahun, apalagi parpol anggota koalisi, dirinya selalu datang.

Pidatonya juga dilakukan terbuka. Kebijakan pemerintah terkait lumpur Lapindo, kata SBY, juga sudah jelas. ’’Mari kita dudukkan segala sesuatunya dengan benar. Jadi, ada yang tidak waras. Saya datang dianggap konspirasi Lapindo. Wong semuanya terang benderang di situ,’’ ungkapnya. ’’Politik dan demokrasi di negeri ini sebenarnya bisa lebih sehat, matang, berpulang dari kita semua. Bagaimana membawa negeri ini menuju yang lebih bermartabat,’’ imbuhnya. Dalam kesempatan itu, SBY juga meminta jajaran kabinet meningkatkan komunikasi dengan publik.

Dia meminta isu-isu aktual yang tidak banyak diketahui rakyat bisa di-handle. Bahkan, SBY sampai membagi jadwal tiga menteri koordinatornya untuk menjelaskan kepada publik sesuai dengan bidangnya. Yakni, Senin untuk Menko Polhukam, Selasa jatah Menko Perekonomian, dan Rabu giliran Menko Kesra. SBY akan menyampaikan kepada publik pada Kamis bersamaan dengan sidang kabinet paripurna. ’’Di situ, saya yang menyampaikan kepada publik.” Wapres Boediono juga kebagian, yakni pada Jumat. ’’De ngan demikian, kita akan menyapa dan berkomunikasi ke publik mengenai apa yang sudah kita capai dan belum kita capai,’’ katanya. [indopos]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s