Baleg Undang Panitera Beri Masukan RUU MA

JAKARTA – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI mengundang Panitera Kepala Mahkamah Agung dan Ikatan Panitera Seluruh Indonesia (IPASTI) untuk memberikan berbagai masukan terkait dengan Perubahan ke tiga atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung.

Sebelumnya Badan Legislasi juga telah mengundang pihak-pihak terkait lainnya diantaranya Ketua Harian Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MaPPI) Fakultas Hukum Universitas Indonesia Hasril Hertanto, Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Kongres Advokat Indonesia (KAI), dan Komisi Yudisial.

Dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua Baleg Sunardi Ayub, Selasa (25/10), dia mengatakan masukan-masukan dari praktisi hukum ini sangat bermanfaat untuk menyempurnakan draft RUU dimaksud.

Menurut Sunardi, RUU ini termasuk salah satu RUU yang harus diselesaikan Baleg karena masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) RUU Prioritas 2011.

Sunardi mengatakan, ada beberapa pokok masalah yang telah diidentifikasi terkait dengan perubahan UU ini, diantaranya adalah mengenai pembatasan kasasi baik perkara perdata, perkawinan, maupun pidana.

Selain itu, pembagian obyek pengawasan hakim yang dilakukan oleh Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY). MA khusus mengawasi bidang teknis yuridis dan KY khusus mengawasi perilaku hakim sesuai UUD 1945.

Organisasi MA dan Kepaniteraan juga menjadi pokok masalah, apakah organisasi MA dan kepaniteraan dalam kaitan dengan manajemen perkara sudah ideal. Transparansi dan manajemen perkara juga menjadi pokok permasalahan. Di sini permasalahan yang dapat dan perlu didalami adalah sudahkah MA transparan, sudahkah manajemen penanganan perkara di MA menerapkan asas peradilan yang cepat dan professional sehingga benar-benar mudah dijalani, tidak berbelit-belit, serta mampu mengeliminir praktik mafia hukum.

Rekrutmen hakim MA juga perlu menjadi perhatian dalam RUU ini, apakah kebutuhan di MA sendiri terhadap hakim yang akan direkrut oleh KY sudah berjalan sebagaimana mestinya, dalam arti hakim-hakim agung yang direkrut KY sesuai dengan kebutuhan MA sendiri.

Masukan-masukan ini tentunya sangat  diperlukan agar MA ke depan benar-benar dapat mengemban amanat Pasal 1 ayat )3) UUD 1945 dan Alinea Ke empat Pembukaan UUD 1945.

Dalam memberikan masukannya, Panitera Kepala Suhadi menyampaikan, untuk mengatur bagaimana Mahkamah Agung ke depan sudah diatur dalam blue print.

Terkait dengan jumlah perkara yang masih banyak belum tertangani. Suhadi mengatakan, adanya kendala di sini dimana jumlah perkara yang masuk tidak seimbang banyaknya dengan jumlah hakim agung.

Dalam setahun ada kurang lebih 13.000 perkara dan tunggakan tahun sebelumnya ada 8.000 perkara, sehingga jumlah keseluruhannya sekitar 22.000 ribu. Jumlah yang paling tinggi dicapai selama ini dalam sebulan sekitar 1.000 perkara yang putus. “Kalau perkara yang putus sekitar 1.000 – 1.400 perkara, dalam setahun dapat menyelesaikan 13.000 – 14.000 perkara,” katanya. Namun diakuinya selama lima tahun terakhir belum pernah tercapai 14.000 dalam setahun.

Dengan adanya efektifitas hakim agung dan pejabat-pejabat kepaniteraan dapat diperoleh suatu produktifitas yang agak tinggi, tetapi jumlah perkara yang masuk makin tahun juga semakin meningkat.

Untuk itu, Suhadi memberikan dua jalan keluar yakni menambah jumlah hakim agung sesuai dengan jumlah perkara atau beban yang ada atau membatasi perkara yang masuk ke mahkamah dalam bentuk kasasi. Misalnya, diberikan suatu kualifikasi khusus agar perkara-perkara yang sederhana atau kecil tidak sampai ke MA. Selain ke dua cara tersebut adalah dengan merubah cara kerja, namun sampai sekarang belum bisa ditemukan.[dpr]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s