Baleg Minta masukan Pakar terkait RUU Pemanfaatan Industri Pertahanan

JAKARTA – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI meminta masukan dari Peneliti LIPI terkait dengan Rancangan Undang-Undang tentang Pemanfaatan Industri Pertahanan. RUU ini termasuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) RUU Prioritas 2011 yang harus segera dibahas dan merupakan usul inisiatif DPR Komisi I.

Pada kesempatan kali ini, Rabu (19/10) Baleg mengundang Jaleswari Pramodhawardani dari Puslit Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB) LIPI guna memberikan masukan seputar penyempurnaan RUU Pemanfaatan Industri Pertahanan.

Dalam rapat dengar pendapat umum yang dipimpin oleh Ketua Badan Legislasi Ignatius Mulyono, Jales Pramodhawardani menyampaikan beberapa pokok pikirannya seputar kemandirian penyediaan alutsista, kelembagaan yang ideal dalam menangani industry pertahanan dan struktur industri.

Menurutnya definisi kemandirian perlu ditempatkan secara proporsional karena dalam jangka pendek dan menengah perlu disadari adanya kompromi atau titik kesetimbangan antara perfektif idealistis dan realistis. Dia mencontohkan untuk alutsista yang membutuhkan teknologi canggih tentu tidak akan dapat diperoleh secara instant dan Cuma-Cuma. Oleh karena itu strategi dan roadmap pengembangan industry pertahanan perlu dirancang dengan jelas.

Dari sisi kelembagaan, Jales Pramodhawardani memaparkan bahwa, pilihan meletakkan BUMN industry pertahanan di bawah Kementerian Pertahanan harus dipertimbangkan secara cermat. Prinsipnya bahwa jika pilihan ini yang akan diambil harus memberikan manfaat dan nilai tambah jika dibandingkan dengan apabila berada dibawah kementerian BUMN.

Untuk struktur Industri Pertahanan menurut dia adalah merupakan aspek yang sangat fundamental dalam mengembangkan industry pertahanan. Model pengembangan struktur industry ini sebenarnya dapat dipelajari dari pengalaman Negara-negara dengan ukuran jumlah penduduk, tingkat ancamannya, dia menambahkan juga tentang prinsip keberlanjutan usaha (going concern atau sustainability), harus memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan dan produksi dalam jangka panjang. Mengingat industry pertahanan ini memerlukan investasi yang besar, baik untuk Sumber Daya Manusia, modal maupun teknologi.[*]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s