PDIP Pimpin Pansus RUU Pemilu

JAKARTA – Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) Arif Wiboowo terpilih sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan Rancangan Undang- Undang (RUU) Perubahan atas UU No 10/2008 tentang Pemilu DPR,DPD,dan DPRD.

Arif terpilih melalui proses lobi-lobi yang cukup alot dalam rapat internal Pansus. “Lobilobi di masing-masing fraksi cukup alot, tetapi akhirnya semua legawa menyerahkan posisi ketua ke FPDIP, dan terpilihlah Saudara Arif,” kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso yang memimpin rapat penetapan pimpinan Pansus RUU Pemilu di Gedung DPR, Jakarta,kemarin.

Priyo menjelaskan, dalam memimpin Pansus RUU Pemilu, Arif dibantu tiga wakil ketua yakni Saan Mustopa (Fraksi Partai Demokrat), Taufik Hidayat (Fraksi Partai Golkar), dan Arwani Thomafi (FPPP). Setelah penetapan ini, pansus akan langsung bekerja agar target penyelesaiannya tidak molor.

“Kami sangat percaya dengan orang-orang yang duduk di Pansus RUU Pemilu.Ini pasti masing-masing fraksi mengirimkan orang yang memang jagoan dalam hal pelaksanaan pemilu,”ungkapnya. Seusai terpilih,Arif mengaku akan langsung mengadakan rapat pada Selasa (hari ini) untuk melakukan pembahasan tingkat satu.

Dia menjelaskan, pembahasan substansi RUU Pemilu akan dilakukan setelah DPR menerima daftar inventarisasi masalah (DIM) dari pemerintah. Karena itu, dia berharap pemerintah segera menyerahkan DIM agar RUU Pemilu dapat segera dibahas dan diselesaikan.

“Pemerintah jangan menunda- nunda menyerahkan DIM karena ini bagian dari yang kita prioritaskan untuk pembenahan kualitas pemilu kita,”katanya. Terkait substansi pembahasan, Arif sudah memperkirakan akan ada tiga masalah krusial yang akan dibahas dalam RUU Pemilu.

Tiga masalah itu adalah sistem pemilu, daerah pemilihan, dan angka ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT).Apalagi, terkait masalah (PT) di internal Pansus juga belum ada kesepakatan karena draf RUU Pemilu mengakomodasi dua opsi angka yakni minimal 3% dan opsi antara 2,5-5%.

Sementara terkait dapil, beberapa fraksi khususnya tiga partai besar mengusulkan penyempitan dapil secara geografis. Artinya, jumlah dapil diusulkan ditambah dari jumlah sekarang 77.Konsekuensinya, alokasi kursi untuk tiap dapil juga berubah.Usulan tiga partai besar itu adalah antara 3- 7, dari sekarang antara 6-9 kursi.

“Perdebatannya tidak akan jauh berbeda dengan saat di Panja.Hanya, nanti akan melibatkan lobi tingkat tinggi,” ujarnya. Sementara itu, Saan Mustopa mengaku optimistis pembahasan RUU Pemilu akan selesai lebih cepat.

Dia meyakini poin krusial yang selama ini diperdebatkan, khususnya masalah PT, akan ada titik temu, baik antarfraksi di Pansus maupun dengan usulan dari pemerintah nanti.“Kita akan melihat dulu bagaimana DIM dari pemerintah. Setelah itu, kita melakukan pembahasan dan lobi-lobi,”katanya.

Saan juga mengungkapkan, perbedaan pendapat di internal partai koalisi akan dikomunikasikan secara intensif setelah ditetapkannya Pansus RUU Pemilu ini. “Nanti pasti akan muncul satu opsi yang moderat tetapi lebih maju dari persyaratan di UU Pemilu yang kita revisi,” ungkapnya. [Seputar Indonesia]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s