KPU Dapati Surat Palsu MK Bersama Berkas Lain

JAKARTA – Ketua Komisi Pemilihan Umum Abdul Hafid Anshary menjelaskan KPU tidak membentuk tim khusus untuk menelusuri misteri hadirnya surat MK palsu bernomor 112/PAN.MK/VIII/2009 dalam bentuk faks yang diterima KPU pada tanggal 15 Agustus 2009. Ini berbeda dengan Mahkamah Konstitusi yang membentuk tim khusus.

“Tim memang tidak dibentuk. Tapi kami telah tugaskan Sekjen untuk menindaklanjuti persoalan surat faks itu,” ujar Hafid saat memberikan keterangan kepada Panja Mafia Pemilu di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa 12 Juli 2011.

KPU, menurut Hafid, belum mengetahui siapa yang memalsukan surat MK tersebut. “Kami tak tahu siapa yang memalsu,” kata Hafid.

Namun, berdasarkan pertemuan dengan Ketua MK Mahfud MD 2 Oktober 2009 yang mengungkapkan dugaan pemalsuan surat MK tersebut, disepakati agar masing-masing melakukan penelusuran.

Hasilnya KPU tetap tak mengetahui surat faks dari MK bernomor 112/PAN.MK/VIII/2009 tertanggal 14 Agustus 2009 yang muncul di meja Khairul Anam, staf ketua KPU, pada tanggal 15 Agustus 2009 tersebut dari mana asalnya.

“Kesimpulannya, belum ketemu orang yang meletakkan surat MK itu di meja staf,” kata Hafid.

Hal ini menimbulkan keresahan Panja terhadap KPU. Karena KPU dianggap tak beres dalam sistem administrasi. Ini memberi dampak buruk bagi pengambilan keputusan penting semacam rapat pleno tanggal 2 September 2009 yang ternyata menggunakan surat palsu sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Berarti surat ini datang dari demit (bahasa Jawa: setan/jin/mahluk halus). Bagaimana surat yang cuma faks, tak ada aslinya, lalu dibuat dasar keputusan pleno,” kata Wakil Ketua Panja, Ganjar Pranowo.

Khairul mengakui memang dia menemukan surat di mejanya pada tanggal 15 Agustus 2009 itu bersama dengan tumpukan berkas lain. “Sudah ada di meja saya dengan berkas-berkas lain,” ucap Khairul.

“Apa sering begitu? Sering Anda terima surat atau berkas tiba-tiba saja ada di meja?” tanya Ganjar.

“Sering,” jawab Khairul.

“Sering terus tidak pernah dicek ini asalnya dari mana, siapa yang taruh, lalu langsung saja dibawa untuk diproses?” tanya Ganjar lagi.

“Tidak. Karena mengira sekarang datang faks nanti aslinya dikirim,” jawab Khairul lagi.

Panja Mafia Pemilu serentak mengungkapkan kekecewaan terhadap KPU atas lemahnya pengawasan administrasi dan ketidakberesan kerja dalam menangani masalah perselisihan hasil suara pemilu.

“Ini kondisi yang abnormal,” kata Anggota Panja dari Fraksi Demokrat Paula  Sinjal. [vivanews]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s