Peran dan Kiprah Perempuan di Parlemen

Ekspektasi besar keterwakilan perempuan sebesar 30 persen di parlemen menyeruak dalam Pemilu 2009. Namun, dengan diberlakukannya ketentuan suara terbanyak, ketentuan kuota sebesar itu menjadi terabaikan dan yang paling dirugikan perempuan . Meski demikian, ada penambahan jumlah keterwakilan perempuan di DPR sebesar 101 orang. Ada penambahan 6 persen dari 11 persen dalam Pemilu 2004 menjadi 18,03 persen pada Pemilu 2009.

Dalam Pemilu 2009 lalu memang keterwakilan perempuan tidak memenuhi kuota di parlemen. Tidak terpenuhinya keterwakilan karena ada pasal-pasal yang merugikan perempuan. Padahal keterwakilan sebesar 30 persen bagi perempuan adalah suatu keharusan bahkan bagi parpol yang mengusung hanyalah sebuah keterpaksaan karena memenuhi undang-undang yang semestinya harus diseleksi benar-benar keterwakilan perempuan .

Dengan hanya bertambah dari 11 menjadi 18 persen, maka perjuangan perempuan di parlemen menjadi terkendala dan sangat sulit. Disamping itu peran dan kiprah perempuan di parlemen juga masih mempunyai persoalan-persoalan sehubungan dengan keberadaan mereka di dunia politik, persoalan institusional (Afiliasi Partai/Golongan/Platform Partai) maupun kendala struktural (sistem Politik) yang ikut menghambat partisipasi mereka. Tapi langkah yang diambil dalam mengkampanyekan kuota 30% bagi perempuan dan dilaksanakan pada pemilu tahun 2009 yang lalu merupakan langkah kongkrit untuk melawan domestifikasi perempuan, dan ini merupakan bentuk affirmative action yang bertujuan untuk membuka ruang dan kesempatan bagi kaum perempuan yang dianggap masih minoritas dan belum setara secara kuantitas dan kualitas pada lembaga-lembaga strategis terutama pada lembaga parlemen.

Peran dan kiprah perempuan di Parlemen ibarat kran yang sudah dibuka lebar dimana perjuangan akan mudah dilakukan untuk bisa punya posisi tawar karena begitu kuatnya patriarkhi yang harus dilawan terutama dalam keputusan-keputusan penting dalam sidang-sidang  baik komisi maupun siding paripurna.Seberapa besar peran yang dilakonkan kalau tidak berada pada posisi strategis akan  menjadi mubasir  saat berjuang didalam apalagi tidak ditunjang oleh sesame perempuan yang duduk diparlemen.

Kuantitas perempuan di DPR tidak menentukan kualitasnya. Kuantitas tidak harus terlalu tinggi, tetapi yang terpenting kualitas perempuan di DPR ditentukan oleh seberapa besar tingkat vokalnya, atau suara kritisnya. Memang betul jumlah yang besar dapat mendukung perolehan suara, tapi memiliki tingkat argumentasi yang rasional dan kecerdasan berimbang, apabila jumlah perempuan di DPR banyak juga didukung oleh kualitasnya yang bagus. Saya pesimis meski jumlah perempuan di DPR naik, tapi bila profil-profilnya tidak jelas, saya masih tetap meragukan.Perjuangan didalam sebagai bentuk komitmen belum terlalu menggigit karena masih diwarnai kepentingan-kepentingan.

Kontribusi partai bagi perempuan tentu sangat penting. Tapi bila yang dihasilkan adalah politisi-politisi perempuan yang tidak bermutu, sama saja.Masih banyak kebutuhan perempuan yang harus diperjuangkan, kekuatan perempuan yang ada dalam parlemen seharusnya menjadi prioritas. Meski dalam voting, peran perempuan tetap sangat diperlukan dan ini harus tetap disuarkan terus dan jangan hanya menjadi pelengkap.Kualitas perempuan di DPR akan lebih baik bila sistem demokrasi di Indonesia diperbaiki terutama dalam hal praktik politik uang. Pentingnya pendidikan politik bagi perempuan misalnya dilibatkan dalam candidate school agar perempuan  diparlemen semakin siap untuk menghadapi kuatnya tekanan-tekanan apalagi bisa terjebak dalam praktik politik uang. Apabila terjebak didalamnya maka akan berdampak pada konstituen yang sudah mempercayakannya.   Banyak perempuan berkualitas yang tidak terpilih karena tidak memiliki dukungan finansial dalam kampanye. Politik di Indonesia tidak ramah kepada perempuan karena politik uang menjadi bagian dari politikus. Politik tidak akan berjalan kalau tidak ada permainan uang.

Advertisements

One comment on “Peran dan Kiprah Perempuan di Parlemen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s