Perlu Segera Pengambil alihan Aset Negara

Paulasinjal.com – Kantor Berita Antara didirikan pada tanggal 13 Desember 1937 oleh AM. Sipahoetar Soemanang, Adam Malik dan Pandoe Kartawigoena, saat semangat kemerdekaan nasional digerakkan oleh para pemuda pejuang. Sebagai Direktur pertama pada waktu itu adalah Sugondo Djojopuspito.

Pada tahun 1962, ANTARA resmi menjadi Lembaga Kantor Berita Nasional yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia. Lembaga Kantor Berita Nasional Antara atau disingkat LKBN Antara merupakan kantor berita terbesar di Indonesia, yang sifatnya semi pemerintah, walaupun ketika pertama kali didirikan oleh para wartawan nasionalis pada masa penjajahan Belanda sebelum PD II sepenuhnya merupakan usaha swasta.

Perkembangan selanjutnya Status Lembaga Kantor Berita Nasional Antara kini adalah Badan Usaha Milik Negara dimana seluruh modalnya dimiliki negara. Dan Agar dapat memanfaatkan berbagai peluang bisnis dan untuk menghadapi tantangan konvergensi media sekaligus dapat mengemban tugas pencerdasan bangsa, maka Pemerintah dibawah kepemimpinan H. Susilo Bambang Yudhoyono mengubah status LKBN ANTARA menjadi Perusahaan Umum (Perum) pada tanggal 18 Juli 2007 melalui PP 40/2007.

Agar menjadi perusahaan yang sehat, LKBN ANTARA mulai menyusun Neraca Pembuka yang diselesaikan selama dua tahun setelah terbitnya SK Menteri Keuangan pada akhir September 2009. Sejak terbitnya Neraca Pembuka tersebut, kinerja keuangan LKBN ANTARA dapat dimonitor oleh para pemegang sahamnya.

Untuk pengembalian Aset-aset yang dimiliki oleh LKBN Antara, saya sangat setuju dengan pendapat yang disampaikan oleh rekan saya Bpk. Roy Suryo yang beberapa waktu yang lalu disampaikan bahwa “agar segera mungkin untuk diupayakan pengembalian Aset-aset Perum LKBN Antara, misalkan Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) di kawasan Pasar Baru dan terutama adalah Wisma Antara”.

Mengingat status LKBN ANTARA dan nilai historis yang begitu bersejarah maka perlu adanya upaya yang sistematik guna menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul pada Lembaga tersebut. Seperti kita ketahui bersama bahwa Wisma Antara yang dari awal merupakan Aset LKBN Antara yang dibangun diatas lahan milik negara sudah seharusnya bukan jatuh menjadi milik swasta, seperti yang terjadi sekarang ini bahwa kepemilikan saham Wisma Antara telah dikuasai oleh pihak swasta. Untuk itu Pemerintah perlu segera mencari solusi yang komprehensip dalam menangani persoalan  Wisma Antara ini. dan saya sangat setuju ketika nantinya Komisi I DPR RI membuat Panitia Kerja untuk menelusuri kasus kepemilikan Wisma Antara tersebut.

Disamping itu mengingat perlu segera untuk dilakukan peningkatan kapasitas Perum LKBN Antara, dan karena lembaga ini sangat strategis bagi pengembangan informasi, maka bila perlu penyertaan modal negara perlu ditambah (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s