Masih Perlukah Program INFOTAINMENT Di TV ?

paula sinjalProgram tayangan Infotainment akhir-akhir ini kembali mendapat sorotan yang serius, terkait konten dan isi tayangannya yang terkesan penuh rekayasa dan memiliki implikasi yang kurang positif bagi perkembangan dan pemenuhan akan informasi bagi masyarakat.

Pada tahun 2009 yang lalu persoalan ini sempat mencuat dan menjadi perbincangan yang serius di masyarakat. Hal serupa terjadi beberapa hari yang lalu seiring dengan beredarnya video porno yang melibatkan beberapa artis terkemuka yang disiarkan oleh media televisi melalui program Infotainment dan memunculkan polemik baru dalam hal pemberitaan dan terkesan justru memperkeruh suasana, kemudian beberapa media tersebut sudah mendapat teguran dari KPI. Kemudian persoalan ini dilanjutkan dengan penetapan Komisi I DPR dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Dewan Pers, pada saat Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan lembaga-lembaga tersebut beberapa waktu yang lalu, yang merubah status infotainment menjadi program non faktual dan Ketiga lembaga sepakat mengadakan sensor terhadap tayangan infotainment. Keputusan ini diambil karena ketiga lembaga menilai kerap kali siaran infotainment dan reality show banyak melakukan pelanggaran terhadap norma agama, etika moral, norma sosial. Oleh karena itu Sensor mejadi mutlak harus dilakukan, karena kerap terjadi pelanggaran kode etik jurnalistik dan P3SPS KPI.
” Menurut saya keputusan ini sangat penting untuk dilakukan, karena program tayangan infotainment sangat tidak mendidik dan informasinya kurang akurat untuk disampaikan kepada kalayak pemirsa. Disamping itu karena beritanya hanya bersifat gosip, maka tidak jarang akan menimbulkan fitnah semata ”.
Berbeda dengan program berita yang benar-benar menggunakan pola peliputan dengan sistem jurnalistik yang baku, infotainment seringkali kurang mempertimbangkan aspek-aspek jurnasilitik sehingga output informasi yang dihasilkannya terkadang terkesan mengada-ada dan kurang faktual, maka tidak jarang informasi yang ditayangkan oleh program infotainment ini sering kali mendapatkan berbagai macam protes keras dari masyarakat. Dan sudah tepat seandainya KPI sebagai Lembaga yang berwenang untuk memonitor arus informasi media Televisi, mengluarkan keputusan untuk melakukan sensor terhadap rangkaian informasi yang ditayangkan oleh program Infotainment ini, bahkan perlu ada sanksi yang keras seandainya ada yang tidak mematuhinya. Karena yang akan menjadi korban adalah masyarakat banyak. (*)
Sario, 15 Juli 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s