Perlu Ketegasan Indonesia Seputar Sangkaan People Smugling oleh Australia kepada WNI

Persoalan Indonesia – Australia sampai sekarang belum menemukan titik kesepahaman diantara kedua belah pihak yakni yang menyangkut masuknya warga asing secara ilegal ke Australia melalui Indonesia dan atau para nelayan yang secara tidak sengaja melanggar batas-batas laut australia. Sampai saat ini, jika ada WNI yang tertangkap di Australia, sulit bagi pemerintah Indonesia memberikan bantuan hukum karena privacy act yang membatasi akses pemerintah kepada mereka. Hal ini yang menimbulkan kecenderungan adanya penahanan dan penjatuhan vonis tanpa ada proses peradilan yang sesuai dengan kaidah hukum peradilan Internasional, sehingga memunculkan asumsi bahwa telah terjadi pelanggaran HAM.

Sebagaimana yang dikutip oleh Brisbane Time dan SBS  TV Tanggal 11 Juni 2010 bahwa dimana WNI (ABK/Nelayan) RI yang ditahan di Penjara di Darwin telah ditransfer dan diajukan ke Pengadilan Brisbane tanpa pemberitahuan sama sekali kepada Perwakilan RI terkait sehingga para WNI tersebut diadili tanpa diberikan hak atas akses kepada pengacara maupun pendampingan dari Perwakilan RI.

Sementara itu hasil laporan kunjungan lapangan cq Penjara/Immigration Detention Centre di Darwin yang dilakukan oleh Wakil Kepala Perwakilan (Wiwiek Setyawati) dan Fungsi Konsuler (Andalusia) KBRI Canberra menyebutkan bahwa : Kunjungan penjara dilakukan dengan difasilitasi oleh Northern Immigration Detention Center (NIDC) yaitu instansi pemerintah di bawah koordinasi Departemen Imigrasi Pemerintah Federal Australia (DIAC) yangmembawahi/bertanggung jawab terhap pusat penahanan imigrasi untuk wilayah Northern territory di Darwin telah menemukan beberapa temuan diantaranya adalah : Hingga 24 Mei 2010 terdapat 139 ABK WNI yang ditahan terkait kasus people smuggling, termasuk 24 juveniles (16 diantaranya merupakan unaccompanied minors).  Masa penahanan ABK tersebut bervariasi antara 18 hari (terpendek) dan 137 hari (terlama) dan mereka semua belum diajukan untuk mendapatkan proses peradilan. Para ABK berada di NIDC hingga          penyelesaian proses investigasi oleh AFP sebelum diajukan ke pengadilan. NIDC hanya menyediakan penterjemah selama proses investigasi oleh AFP (namun fungsi penterjemah adalah jauh berbeda dengan fungsi pengacara). Khusus bagi tahanan di bawah umur (kurang dari 18 tahun), NIDC menyediakan pendamping khusus yang direkomendasikan oleh KBRI Darwin untuk mendampingi kegiatan para tahanan di bawah umur setiap harinya.

Sementara itu temuan mulai tanggal 17 Juni 2010, jumlah tahanan WNI di Darwin dan Cristmas Island secara keseluruhan mencapai 189 orang. Sementara terdapat 119 tahanan WNI/ABK nelayan di wilayah yurisdiksi Perth serta 24 tahanan juvenile yang sudah lebih dari 3 bulan ditahan tanpa diajukan ke pengadilan.

Perlu menjadi perhatian sangat serius bahwa di wilayah yurisdiksi penjara Perth terdapat 3 (tiga) ABK nelayan WNI yang dipenjarakan lebih dari 1,5 tahun tanpa keputusan pengadilan. Hal ini jelas merupakan penahanan semena-mena (arbitrary detention) yang merupakan pelanggaran HAM serius terhadap WNI. Nama-nama tahanan tersebut yaitu : Sumarto, Ibrahim Ferdi dan abdul Hamid Daeng Siga.

Persoalan ini sudah lama terjadi dan perlu segera untuk mencari solusi yang baik bagi kedua negara yakni Indonesia dan Australia. Dan kepada pemerintah Indonesia dan pihak-pihak yang berwenang untuk segera mencari solusi yang komprehensif untuk menangani kasus tersebut, akan tetapi yang paling utama adalah pihak Repbulik Indonesia dengan sesegara mungkin untuk melakukan diplomasi yang damai dengan pihak Australia untuk mencari solusi terhadap kasus tersebut. Dan tidak menutup kemungkinan hal yang demikian juga terjadi pada WNI di negara-negara yang lain. (*)

Canberra 22 Juni 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s