Memperingati hari lahirnya Pancasila

Hari ini tanggal 1 Juni negara Indonesia kembali memperingati hari lahirnya Pancasila sebagai sebuah pandangan hidup Bangsa Indonesia. Para pendahulu kita dahulu kala sudah terbiasa dengan pemahaman berbagai macam pandangan hidup masyarakat dunia bahkan masyarakat adat Indonesia yang beragam. Sehingga tidaklah cukup mengejutkan jika bisa melahirkan sebuah karya Adi Luhung yang bernama Pancasila sebagai Norma Dasar Pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semangat Bhineka Tunggal Ika.

Semangat yang terkandung dalam dasar negara dan falsafah hidup bangsa indonesia mengandung nilai yang sangat adi luhung bagi perkembangan dan persatuan indonesia. Adalah Bung Karno Bung Karno yang mendapat giliran untuk menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia Merdeka, yang dinamakannya Pancasila. Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu diterima secara aklamasi oleh segenap anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai.

Selanjutnya BPUPKI membentuk Panitia Kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada pidato Bung Karno itu. Dibentuklah Panitia Sembilan (terdiri dari Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikusno Tjokrosujoso, Abdulkahar Muzakir, HA Salim, Achmad Soebardjo dan Muhammad Yamin) yang bertugas : Merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasar pidato yang diucapkan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, dan menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dari situlah semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang bernaung dalam NKRI memeiliki pondasi yang kuat dan yang bersumber dari karakter bangsa secara keseluruhan.

Semangat nasionalisme yang menjadi landasan bergerak para pendiri bangsa ini, menjadi kekuatan baru bagi berlangsungnya Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai saat ini. Hal ini yang menjadi semangat baru bagi para penerusnya, sebagaimana pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pidatonya, dalam rangka memperingati hari lahirnya pancasila pada 1 Juni 2010 yang diadakan di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Bahwa pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 yang merupakan cikal bakal Pancasila menekankan pada nasionalisme,  internasionalisme/kemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial dan Ketuhanan “Bung Karno mengatakan, Beliau menggali Pancasila dari bumi Indonesia. Nasionalisme, menurut Beliau, bukan kebangsaan yang menyendiri. Ia menyebutnya, “menuju persatuan dunia dan persaudaraan dunia. Sehingga tidak perlu ada konflik antara nasionalisme dengan kemanusiaan atau internasionalisme. Aplikasinya, jangan kita memusuhi bangsa-bangsa di dunia.

Terkait konsep negara kebangsaan, ia mengingatkan, agar seluruh tokoh dan pemimpin di Indonesia menjadi pemersatu. Presiden melihat, masih ada nuansa yang jauh dari semangat kebangsaan. “Mari kembali ke semangat kebangsaan, bersatu. Meskipun ada ikatan dan komunitas yang bersifat global, tetaplah yang pertama dan utama adalah ikatan kebangsaan kita,” katanya.

Konsep musyawarah mufakat, menurut Presiden, bisa diaktualisasikan dengan mewujudkan sistem politik yang demokratis. Hal ini, lanjutnya, yang disebut Bung Karno sebagai fair play. “Selanjutnya, konsep negara gotong royong. Mari bekerja keras bersama. Saling membantu satu sama lain. Kalau kita aktualisasikan, Indonesia di abad 21 bisa menjadi negara maju. (kompas.com)

Dalam acara memperingati hari lahirnya Pancasila tersebut mempunyai momentum yang bersejarah ditandai dengan hadirnya para tokoh nasional, mantan Presiden dan mantan wakil presiden.

Selamat Memperingati Hari Lahirnya PANCASILA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s