Hari Kartini Sebagai Hari Perenungan Kaum Perempuan Indonesia

Sejarah Singkat

Dalam sejarah, Raden Ajeng Kartini (1879-1904) diperkenalkan sebagai pahlawan nasional yang memperjuangkan kesetaraan bagi perempuan bumiputera, melalui pemikirannya dalam kumpulan suratnya yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang, yang sampai saat ini menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia.

Kartini muda mulai menunjukkan kerendahan hatinya ketika dalam suratnya yang dia beri judul “Panggil Aku Kartini”, ini adalah permintaan Kartini kepada  Stella Hartshalt salah satu temannya. Ia tak mau namanya ditambahi embel-embel Raden Ajeng. Inilah cara Kartini untuk menunjukkan bahwa ia ingin melepaskan beban feodalisme yang dipikulnya, sekaligus ingin menunjukkan bahwa ia adalah perempuan merdeka yang bebas berpikir dan bertindak. Padahal, Raden Ajeng bukan gelar bangsawan Jawa biasa, melainkan gelar bangsawan tinggi. Namun, bagi Kartini, gelar kebangsawanan justru memberi beban tersendiri. Setidaknya, ia hanya boleh menikah dengan pria yang sama-sama bangsawan tinggi. Dan, karena jumlah mereka tidak banyak, besar kemungkinan dia harus menikah dengan pria yang sudah beristri.

Setelah menikah dengan Bupati Rembang, Kartini sering mendengar orang-orang Belanda mengejek kaum pribumi yang senang mengisap candu. Namun, ketika sang suami hendak menghentikan perdagangan candu, ia justru ditentang oleh seorang anggota Dewan Hindia Belanda. “Bupati terlalu terburu-buru. Jangan lupa, Governement masih sangat membutuhkan uangnya.” “Lihatlah! Jadi bukan bangsa Bumiputera, melainkan Governement sendiri yang tidak dapat melepaskan candu itu”, Kartini mengkritik kemunafikan tersebut. Dalam suratnya yang lain, Kartini melontarkan kemarahannya saat Governement akan menerapkan pajak kepada rakyat miskin. Pupuk kalelawar yang dimiliki orang kecil untuk memberi pupuk ladangnya, akan dirampas pula. (INTISARI on the Net, edisi April 2001)

Semangat yang harus dipetik

Dalam memperingati hari Kartini 21 April, yang kita harapkan tentu semangat Kartini dan perintis kesetaraan jender menjadi teladan bagi Perempuan Indonesia. Namun yang harus kita ingat bahwa dalam memperjuangkan kesetaraan gender tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan.

Emansipasi yang disuarakan oleh Kartini, lebih menekankan pada tuntutan agar perempuan saat itu memperoleh pendidikan yang memadai, menaikkan derajat perempuan yang kurang dihargai pada masyarakat Jawa, dan kebebasan dalam berpendapat dan mengeluarkan pikiran. Pada masa itu tuntutan tersebut khususnya pada masyarakat Jawa adalah lompatan besar bagi perempuan yang disuarakan oleh perempuan.

Dari semanagat perjuangan Kartini ada beberapa hal yang harus dipetik untuk dijadikan motivasi bagi kelanjutan perjuangan kaum perempuan dalam rangka persamaan hak, diantaranya adalah :

  • Kartini mendobrak budaya patriarkhi yang merendahkan martabat wanita karena hanya memaknai wanita di ruang domestik.

  • Kartini muncul sebagai inspirasi kaum perempuan untuk mengatakan kepada kaumnya bahwa wanita pun bisa berbuat banyak untuk kemerdekaan Indonesia dan kemajuan bangsanya.

  • Kartini dalam menyampaikan pesan-pesannya tetap dengan bahasa yang santun dan simpatik serta kerja nyata dan tetap dibalut dalam kain kebaya sebagai penghargaan yang kuat kepada tradisi .

  • Dia melakukan itu semua dalam kerangka besar perjuangan kemerdekaan Indonesia dari penjajah dan perjuangan mengangkat harkat dan martabat kaumnya dari dominasi sistem patriakrkhi.

—-0000—

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s