Kementerian KUKM Beri Perhatian Khusus untuk Sisatal.

SUARAMANADO :Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (KUKM) memberi perhatian khusus untuk pengembangan dan pembangunan daerah kepulauan Kabupaten Sitaro, Sangihe dan Talaud (Sisatal). Perhatian Ini sejalan dengan program Pemerintah Republik Indonesia yang saat ini sedang memberi perhatian khusus kepada daerah-daerah kepulauan di perbatasan, terutama pulau terluar.

“Mudah-mudahan angaran untuk pengaadaan tempat penyimpanan ikan yang aman (coustorage) bagi nelayan masih tersedia di Kementrian KUKM. Kalau itu ada, sebagaimana permintaan Gubernur Sulut, nelayan tidak perlu khawatir. Tahun ini juga, fasilitas itu bisa kita realisasikan,” kata Menteri menjelaskan.

Selanjutnya, untuk lebih menujang pemasaran hasil-hasil KUKM di daerah-daerah, Kementerian KUKM telah menyiapkan kantor berlantai 17 untuk dijadikan tempat promosi produk daerah. “Saya berharap, Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara bisa mengambil tempat di kantor dimaksud. Pak Gebrnur jangan takut, itu saya kasih gratis,” kata Syarifuddin Hassan sambil tertawa yang kemudian disambut dengan gembira para hadirin yang memenuhi Gubernuran Bumi Beringin Manado, Minggu malam.

Untuk lebih mempertegas perhatian pemerintah ini, Menteri juga berharap peran serta Angota DPR-RI Komisi I, Paula Sinjal SH, yang kebetulan ikut bersama rombongan untuk kunjungan kerja ke Sulawesi Utara ini. “Ibu Sinjal, tolong dibantu juga program kita di DPR-RI. Kan hitung-hitung untuk daerah kita juga,” harap Menteri yang mengaku sudah menjadi warga Kota Nyiur Melambai ini.

Sebelumnya, Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang dalam sambutannya menjelaskan tentang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan dearah Sulawesi Utara kearah yang lebih maju dan berdaya saing. Gubernur juga melaporkan tentang pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Khusus pengembangan KUKM di Sulut, Gubernur menjelaskan berbagai keberhasilan juga kendala-kendala yang melingkupinya.

SHS–begitu Ia disapa Menteri Syarifuddin malam itu—mencontohkan masalah yang dialami usaha kecil menengah di Kabupaten Sitaro, Sangihe dan Kabupaten Talaud (Sisatal), bahwa nelayan disana mengalami kesulitan saat menjaga hasil tangkapan. Sebab, dengan tidak adanya tempat penyimpanan ikan hasil tangkapan tersebut akan sulut bertahan.

Padahal, biasanya ikan tangkapan nelayan cukup banya. Namun, karena tidak adanya tempat penyimpanan yang aman, ikan-ikan tersebut sebagiannya rusak membusuk. “Saya berharap, Kementerian KUKM bisa member perhatian dengan pengadaan pabrik es di ketiga kabupaten kepulauan dimaksud,” kata Sarundajang.
sumber: suaramanado

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s