Kunjungan Kerja Ke Daerah Perbatasan dengan Timor Leste

Mengawali Masa Reses Persidangan II Tahun 2009 -2010 Komisi I DPR RI, mulai tanggal 8 s/d. 12 Maret 2010 mengadakan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste di sekitar Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk melihat kondisi keamanan di perbatasan kedua negara.

Dalam kunjungan kerja kalai ini, Tim beranggotakan sekitar 15 orang dan akan memulai kunjungannya ke Kupang, untuk mengadakan pertemuan dengan unsur Muspida Provinsi NTT.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya menyampaikan pandangan-pandangan tentang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah perbatasan, Kodam IX/Udayana dalam kaitan dengan masalah pengamanan darat di wilayah perbatasan kedua negara, Komandan Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal) VII/Kupang menyampaikan tentang peranan Lantamal dalam pengamanan wilayah laut di perbatasan kedua negara, Komandan Lanud El Tari Kupang soal sistem pertahanan udara, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor Leste tentang peranan diplomatik RI dan Timor Leste.

Beberapa persoalan mengemuka dalam pertemuan ini diantaranya adalah : Pengamanan wilayah perairan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Timor Leste maupun Australia kurang begitu maksimal karena keterbatasan armada yang dimiliki Lantamal VII/Kupang dalam melakukan patroli di wilayah perairan tapal batas. Akibatnya, banyak nelayan Indonesia yang menjadi korban penangkapan patroli AL Australia meski usaha pencarian ikan dan biota laut lainnya masih dalam wilayah penangkapan Indonesia.

Untuk persoalan yang dihadapi oleh Lapangan Udara El Tari tentang peralatan yang sudah kadaluarsa (Radar buatan tahun1980) dalam kesempatan tanya jawab saya sampaikan rasa keperihatinan saya selaku anak bangsa melihat Lanud El tari adalah jantung perbatasan dengan negara Timor Leste dan juga Australia, tidak didukung oleh peralatan yang modern, untuk itu saya mengusulkan agar persoalan ini ditindak lanjuti dalam pembahasan di Komisi I DPRRI agar dicarikan solusi untuk peremajaan peralatan yang ada.

Masukan saya terkait dengan kerja-kerja Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor Leste adalah keterkitan dengan masa lalu negara tersebut adalah bagian dari kesatuan negara Republik Indonesia, maka secara sosial budaya ada persamaan oleh karena itu untuk menjaga agar kebudayaan kita tidak di klaim oleh pihak Timor Leste maka perlu ada langkah-langkah strategis untuk menjaga kebudayaan kita tersebut agar kasus yang pernah terjadi dengan klaimnya malaysia terhadap kebudayaan indonesia tidak terulang kembali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s