Dalam Berdemokrasi Tidak Ada Yang Menang Dan Kalah

Seperti yang kita ketahui bersama hasil dari Rapat Paripurna semalam (3/3/2010) yakni opsi C yang menjadi pilihan terbanyak Anggota DPR RI, walaupun secara substansial antara Opsi A dan Opsi C ada unsur-unsur yang sama, karena semangat dibentuknya Panitia Hak Angket DPR RI adalah untuk menelusuri dan menginvestigasi terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang kemungkinan terjadi mulai dari kebijakan sampai aliran dana Bailout Bank Century.

Dalam sistem demokrasi di Indonesia, pemilihan secara voting adalah langkah terahir yang diambil setelah melalui proses bermusyawarah mengalami kebuntuan. Dalam rapat paripurna kemarin tentunya kita ketahui bersama, setelah terjadi kebuntuan maka dilakukanlah lobi-lobi antara para pimpinan fraksi yang ada di DPR, yang maksud dan tujuannya adalah untuk mempermudah menemukan kesepakatan, walaupun hasil dari lobi-lobi tersebut masih juga ditawarkan di rapat paripurna untuk mendapatkan persetujuan dari forum. Disinilah sendi-sendi demokrasi berjalan walaupun masih ada nuansa kekacauan, tapi itu semua adalah proses pendewasaan berdemokrasi di negeri ini, jadi saya berharap semoga ini merupakan tonggak sejarah untuk mewujudkan Indonesia yang lebih demokratis.

Menurut saya, dari peristiwa paripurna kemari yang perlu kita apresiasi adalah sikap legowonya Fraksi Partai Demokrat dengan pernyataan Sdr. Anas Urbaningrum sebagai Ketua Fraksi yang memberikan ucapan selamat atas kemenangan fraksi-fraksi yang memilih opsi C.

Kami juga bangga dengan sikap konsisten dari sahabat fraksi yang punya pilihan sikap yang sama dengan Fraksi Demokrat, Alhamdulillah kita telah bisa mempertontonkan, menunjukkan keindahan demokrasi bahwa kita berbeda tetapi dalam suasana tanpa permusuhan, ini adalah tradisi demokrasi yang baik yang ke depan harus terus kita bangun. Tapi kami juga menghargai dan menghormati pilihan-pilihan fraksi yang berbeda dengan kami, kami berharap seluruh dinamika yang muncul menyertai kasus Bank Century ini segera selesai, dan kita semua kembali bekerja demi kepentingan rakyat,”

Jadi sikap yang ditunjukkan oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat adalah contoh berdemokrasi yang benar-benar lebih mengedepankan kepentingan Rakyat, tentunya kita masih ingat pelajaran sewaktu kita SD dulu, bahwa secara sederhana kita memaknai ”Demokrasi” adalah ”Dari Rakyat, Oleh Rakyat dan Untuk Rakyat” ini berarti dalam berdemokrasi hanya kepentingan rakyatlah yang menjadi tujuan utama kita, lebih-lebih para peserta Rapat Paripurna adalah Anggota Legislatif yang dipilih langsung oleh Rakyat melalui mekanisme PEMILU yang ”Jujur, Adil dan Demokratis”.

Harapan saya semoga bangsa ini dibawah kepemimpinan Bapak Susislo Bambang Yudhoyono akan menemukan jati dirinya sebagai negara dan bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s