Politisasi Kasus Bank Century

Sebenarnya, bagaimana kita harus menyikapi kasus Bank Century itu? Menurut saya, kita perlu memilah masalah sehingga bisa melihat kasus tersebut lebih jernih dan tidak terjebak pada sikap apriori yang bisa menyebabkan kita kehilangan arah.

Menurut saya ada beberapa aspek yang bisa kita tengarai berkaitan dengan kasus Bank Century, yang harus kita pilah-pilah. Pertama, masalah kebijakan pemberian dana talangan. Kedua, adakah pelanggaran hukum dalam penerapan kebijakan itu? Ketiga, adakah dana talangan yang akhirnya masuk ke rekening milik pihak yang terkait parpol atau orang sekeliling Presiden SBY? Keempat, apa yang harus dilakukan terhadap para pejabat BI yang tidak hati-hati dan tidak tidak profesional dalam menangani merger beberapa bank bermasalah menjadi Bank Century?

Sejumlah profesional dan ahli ekonomi, seperti Faisal Basri, Christianto Wibisono, dan Erry Ryana, berunjuk rasa mendukung kebijakan KSSK memberikan dana talangan Rp 6,7 triliun. Menurut mereka, kebijakan itu telah menyelamatkan kita dari krisis keuangan yang mungkin terjadi (dampak sistemik) dan masalah dana talangan itu tidak perlu dipermasalahkan lagi. Kalau kita masih berkutat pada kasus Bank Century, kita akan tertinggal dan tidak bisa memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi global.

Bambang Soesatyo yang waktu itu adalah pengusaha mengatakan “Pemerintah harus menentukan manuver-manuver politiknya dan segera melakukan tindakan untuk meredam krisis yang sedang melanda Indonesia. Pemerintah sebaiknya mengambil langkah nyata selagi Indonesia belum merasakan benar jalaran badai krisis AS.” (Okezone.com, 9 Oktober 2008)

Maruarar Sirait yang waktu itu adalah Anggota DPR Fraksi PDI-P mengatakan ;“Perekonomian Indonesia sekarang ibarat menyimpan api dalam sekam. Bila tidak diselesaikan dengan cepat akan berdampak sistemik terhadap berbagai sektor. Terutama perbankan, masalah yang terjadi dengan Bank Century bisa saja terjadi dengan bank-bank lain. Jangan diremehkan. Harus ada antisipasi dari pemerintah dan BI.” (Kompas.com, 2 Desember 2008)

Jadi kalau kita lihat dari apresiasi yang diberikan oleh para ekonom dan politisi pada waktu itu begitu besar dan sekarang menjadi berbalik. Dibentuknya Panitia Hak Angket Kasus Bank Century merupakan balasan dari jerih payah Pemerintah waktu itu untuk mengantisipasi terjadinya Krisis ekonomi dengan mengeluarkan kebijakan bailout Bank Century karena terindikasi berdampak sistemik, kalau menurut saya sudah jelas motifnya yakni; Pertama : Kasus Bailout Bank Cenruty di angkat hanya untuk mendistorsi dan merongrong eksistensi Pemerintahan (dalam hal ini Pak SBY sebagai Presiden) Yang Kedua : Kasus Bailout Bank Cenruty di angkat hanya untuk menhancurkan Kepercayaan Rakyat Terhadap Partai Demokrat.

Kekisruhan Paripurna

Kekisruhan ini berawal dari keputusan Ketua DPR Marjuki Ali yang menghentikan rapat paripurna karena kondisi dan situasinya sudah tidak kondusif karena saking banyaknya interupsi dari beberapa anggota dewan.

Kekisruhan dalam rapat paripurna kali ini sebenarnya tidak harus terjadi jika masing-masing dari para politisi yang ada di DPR ini menghormati aturan-aturan yang sudah disepakati bersama, jadi tindakan yang di ambil oleh Ketua DPR (Marzuki Ali) sudah benar dan sesuai dengan aturan yang sudah disepakati bersama melalui rapat BAMUS, perlu diketahui bersama bahwa kesepakatan Rapat BAMUS merupakan keputusan dari semua Fraksi yang ada. Menurut saya “Pak Marzuki tidak otoriter dan justru beliau mengerti aturan, oleh karena itu beliau hanya melaksanakan keputusan rapat Bamus bahwa agenda hari ini hanya dua, pelantikan Wakil Ketua DPR dan laporan Panitia Angket. Tidak ada agenda untuk melakukan voting dalam menentukan dua keputusan Rapat Pansus Bank Century”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s