Pendapat Dan Usulan Mengenai Program 100 Hari Kinerja Menteri Luar Negeri

Deplu mempunyai 4 Rencana Aksi yang dikoordinir oleh Kementrian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan yaitu, pertama, perluasan Citizen Service (Pelayanan Warga) pada 9 perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, yaitu Tokyo, KJRI New York, Los Angeles, Perth, Darwin, Penang, Sydney, Kuching, dan Osaka. Kedua, pemulangan WNI dan TKI bermasalah di Abu Dhabi, Damaskus, Kairo, Kuwait City, Singapura, KJRI Dubai, Hongkong dan Jeddah. Ketiga, Repatriasi WNI dari Papua New Geuinea ke Papua dan Papua Barat, dan Keempat, Penyelenggaraan Bali Democracy Forum (BDF).

Serta 25 Program lainnya yang walaupun tidak diunggulkan sebagai Program Unggulan namun Deplu telah menetapkan serta bertanggung jawab terhadap 25 Program tersebut. Dan Deplu melalui Jubir Kementrian Luar Negeri Teuku Faizasyah (29/1/2010-Kompas) mencapai 100 persen bahkan satu hal melebihi 100 persen.

Hal tersebut sangat baik apalagi disertai rincian-rincian pencapaian. Tapi sebaiknya juga diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Segera dibuka Citizen Service di Arab Saudi sebagai langkah preventif dan solusi untuk menangani permasalahan TKI yang selama ini mengemuka.
  2. Segera merevisi UU No. 39 Tahun 2004. Lebih khusus tentang hukuman terhadap oknum yang melakukan penganiyaan terhadap TKI, contoh kasus yang kembali terjadi yaitu penyiksaan Nurkhasanah (TKI asal Desa Limbangan, Kecamatan Losari, Jawa Tengah) dengan menyetrika tubuh dan wajah oleh Majikannya di Arab Saudi namun kepulangannya ke Brebes tanpa didampingi pihak PJTKI maupun petugas Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).
  3. Untuk penyelenggaraan forum-forum bertaraf internasional, hendaknya jangan terus dilakukan di Bali mengingat masih banyak kota-kota Indonesia yang sangat berpotensi untuk dikenal di mata dunia, contohnya Manado, Sulawesi Utara yang baru-baru ini pada tahun 2009 kemarin diselenggarakan World Ocean Conference (WOC) dan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit. Bagaimana kota-kota lain akan maju jika pusat penyelenggaraan forum internasional hanya terfokus di Jakarta dan Bali.
  4. Penambahan dan penguatan diplomat di Luar Negeri sangat dibutuhkan untuk mengurusi persoalan-persoalan yang muncul terutama yang berkaitan dengan wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar.
  5. Optimalisasi kerjasama Internasional di bidang pemberantasan Korupsi, misalkan mengoptimalkan kerjasama ekstradisi para koruptor yang lari ke singapura.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s