Provinsi Kaltara Akhirnya Lolos di DPR

DPR RI akan Minta Presiden Keluarkan Ampres, Kaltim Bisa Dimekarkan Jadi Tiga Provinsi

Jakarta – Harapan akan terbentuknya Pronvinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dalam waktu dekat kian cerah. Kemarin seluruh anggota Komisi II DPR RI menyetujui pembentukan Kaltara dalam rapat dengar pendapat Tim Pembentukan Kaltara. Dalam waktu dekat Komisi II DPR RI akan membahas RUU Kaltara dan menempuh Hak Inisiatif untuk diajukan kepada Presiden RI agar Kaltara dikecualikan dalam moratorium pemekaran daerah dan mendapatkan Amanat Presiden (Ampres).

Dalam rapat itu dari Kaltim hadir rombongan 67 orang yang terdiri dari Gubernur Kaltim Awang Faroek, Ketua DPRD Kaltim Mukmin Faisyal, bupati, walikota dan ketua DPRD di wilayah Kaltara, serta Ketua Tim Masyarakat Kaltara Bersatu (MKB). Perwakilan dari Kaltim ini semuanya kompak merekomendasikan pembentukan Kaltara. Hingga di ujung rapat, Ketua Komisi II DPR RI H Chairuman Harahap mengetukkan palu setelah menyimpulkan Komisi II menyetujui pembentukan Kaltara.
Dalam rapat tersebut sebelumnya sempat diwarnai berbagai pertanyaan bernada pesimistis dari para anggota Komisi II.
Namun Ketua MKB Jusuf SK cukup lihai menjawab segala pertanyaan, antara lain soal batas wilayah dan penolakan Bupati Tana Tidung Undunsyah bergabung dengan Kaltara. Hal ini dibuktikan Jusuf lewat surat dukungan dari Bupati Tana Tidung 135/2010 tertangal 9 Maret 2010 maupun Ketua DPRD Tana Tidung.
“Persoalan Tana Tidung sudah selesai, karena surat dukungan dari Bupati dan Ketua DPRD Tana Tidung sudah ada. Begitu juta dengan ibukota Kaltara di Bulungan tak perlu lagi diperdebatkan,” jelas Chairuman.
Awak Komisi II yang turut hadir dalam rapat itu Wakil Ketua Komisi II H Taufik Effendi, Abdul Wahab Dalimunte, H Djufri, Nanang Samudra, Abdul Malik Haramain, Masitah, Akbar Faizal, Mestariani Habie, Zainun, Aus Hidayat Nur, Fauzan Syafe, Ida Fauziyah, Miryam Haryani dan Nurul Arifin.
Hal mendasar Komisi II DPR RI menyetujui Kaltara jadi daerah otonomi baru (DOB) adalah terkait luasan wilayah, rentang kendali dan terpenting adalah Kaltara berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Jadi Kaltara terbentuk tak hanya menjadi kebutuhan bagi daerah tapi juga Nasional.
“Jadi karena semua persyaratan sudah memenuhi syarat, maka Komisi II DPR RI tidak ada alasan untuk menolak pembentukan Kaltara, meski problem pemekaran wilayah terbentur kebijakan politik, karena adanya moratorium. Namun sikap Komisi II bersikap tegas bahwa moratorium tidak lebih tinggi dari UU, sehingga kebijakan Presiden SBY tidak menghambat aspirasi masyarakat untuk mewujudkan DOB,” jelas Abdul Malik Haramain.
Terkait alasan pemerintah melakukan moratorium menunggu grand design pemekaran, sambung Haramain, Kaltim masih layak ditambah dua 2 DOB menjadi tiga provinsi, termasuk Kaltara dan Kaltim serta beberapa DOB kabupaten dan kota.
“Kaltim sangat layak ditambah dua provinsi lagi. Sebab grand design yang dibuat Pemerintah Pusat, Kaltim pada tahun 2010-2013 masih dimungkinkan dimekarkan menjadi tiga provinsi termasuk Kaltim dan Kaltara. Jadi selama UU memungkinkan membentuk DOB, Komisi II tetap mendukung DOB karena moratoiun hanya sebuah kebijakan, apalagi pemekaran Kaltim dan Kaltara tidak tabrakan dengan grand design pemerintah,” bebernya.
Usai menutup RDP, Ketua Komisi II Chairuman menegaskan Komisi II setuju RUU Kaltara menjadi hak inisatif DPR RI. Terkait cepat lambatnya terwujudnya Kaltara tergantung hasil pembahasan dengan pemerintah. Komisi II berharap secepatnya Kaltara bisa terwujud, kalau bisa pada tahun ini. “Kaltara secepatnya akan kita usulkan kepada Presiden supaya bisa cepat turun Ampresnya, agar secepatnya pula bisa dibahas bersama pemerintah,” katanya.
Sedangkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak berharap secepatnya Kaltara terwujud, karena moratorium tak menghalangi Kaltara menjadi DOB. (www.korankaltim.co.id)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s